Sabtu, 10 September 2011

JUJUR

“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga(ketenangan jiwa). Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur(sumber ketenangan). Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka(kegundahan jiwa). Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta(Sumber kegundahan).”

Jujur bermakna keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. bisa juga "selaras dengan kenyataan dan siap menerimanya".
Imam Ibnul Qayyim berkata, Iman asasnya adalah kejujuran (kebenaran) dan nifaq asasnya adalah kedustaan.

Jenis Kejujuran
1. Jujur dalam niat dan kehendak
2. Jujur dalam ucapan
3. Jujur dalam tekad dan memenuhi janji
4. Jujur dalam perbuatan
5. Jujur dalam kedudukan agama

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintai kepada karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 177)

Menjadi kawajiban bagi orang tua,guru,tokoh,penguasa,pribadi agar mewujudkannya guna tercipta iklim kehidupan yang selaras dan seimbang,terhindar dari "stres" yang berkepanjangan baik yang bersifat individu mau pun kolektif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar